Bandar Lampung,ANALISIS KRITIS, — Tiga sosok kunci yang sebelumnya terungkap dalam jaringan dugaan penyelundupan BBM bersubsidi jenis solar melalui jalur laut, kini bergerak. Informasi yang diterima awak media menyebut bahwa AD, AB, dan RN mengirim perwakilan ke sejumlah awak media untuk melakukan pendekatan, tak lama setelah pemberitaan mengenai peran ketiganya mulai mengemuka ke publik.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, AB dikenal sebagai pembeli utama BBM jenis solar di wilayah Lampung, RN diduga berperan sebagai pembeli yang berbasis di Jakarta, sedangkan AD bertindak sebagai penghubung atau broker yang mengatur keseluruhan alur transaksi. Jaringan ini diduga mengangkut ratusan hingga ribuan kiloliter solar dalam satu kali keberangkatan melalui jalur laut, menyusup ke berbagai daerah di Indonesia dan dijual kembali dengan harga jauh lebih tinggi di luar peruntukannya.
Langkah mengirim perwakilan untuk bernegosiasi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan awak media. Alih-alih memberikan klarifikasi resmi melalui jalur yang terbuka dan akuntabel, ketiganya justru memilih jalur tertutup dengan mendatangi awak media secara diam-diam.
"Kami menegaskan, pemberitaan yang kami sajikan berdasarkan informasi dan data yang diperoleh dari lapangan tidak bisa dinegosiasi untuk diredam atau dihilangkan. Tugas jurnalis adalah menyampaikan fakta kepada publik, bukan barang yang bisa diperjualbelikan," ujar salah satu pimpinan media yang didatangi perwakilan tersebut. Kamis (15/10/2026)
Sampai saat ini, belum ada klarifikasi resmi yang disampaikan langsung oleh AD, AB, maupun RN kepada publik maupun aparat penegak hukum. Masyarakat berharap pihak kepolisian, Ditjen Bea Cukai, BPH Migas, serta instansi terkait lainnya dapat segera menindaklanjuti informasi ini dan mengungkap jaringan secara menyeluruh, sehingga kerugian negara yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah dapat dihentikan.(Gerry)








LEAVE A REPLY